Media Online Terkini

Selasa, 15 September 2015

Ayam Betutu postheadericon

Diposting oleh Unknown | Pada 22.50

.
.
Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh kabupaten di Bali. Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam payangan kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan di jual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tapi juga tamu manca negara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran. Betutu tidak tahan disimpan lama. dapatkan kumpulan DP BBM TERBARU, klik disini
www.inoaGroup.com

Kuliner

"Ayam Betutu"

  Oleh : Soli InoaGroup.com

Ketika bepergian, baik sendiri maupun dengan teman atau keluarga, baik dekat maupun jauh, setiap orang memiliki motivasi berbeda satu sama lain. Berbagai alasan tersebut antara lain: supaya dapat untuk melihat budayanya, bertemu orang-orangnya, menilik sejarahnya, ataupun mencicipi makanannya. Kali ini, tulisan ini dibuat untuk menyorot salah satu makanan khas Bali yang sudah sangat terkenal, yaitu ayam betutu Gilimanuk.
Seperti namanya, asal muasal makanan khas ini adalah dari daerah Gilimanuk, di Barat Laut Pulau Bali, pelabuhan penyebrangan dari dan ke Pulau Jawa. Di daerah ini, salah satu ayam betutu Gilimanuk yang terkenal adalah Bu Lina yang memiliki beberapa cabang di sana. Rata-rata, ayam betutu Gilimanuk Ibu Lina buka dari pagi hingga malam hingga makanan habis. Salah satu depot Ibu Lina dapat Anda hampiri di Jalan Raya Gilimanuk, terdapat di sebelah kanan jalan sekitar 500 meter dari pelabuhan bila Anda datang dari arah Gilimanuk. Namun pusatnya terdapat di Jalan Mutiara Gilimanuk.


Walaupun pada jaman dahulu, betutu dihidangkan untuk acara keagamaan, namun sekarang sudah banyak dibuat untuk dijual. Secara tradisional, biasanya daging ayam atau bebek yang diisi bumbu tersebut dibungkus dengan daun pisang, lalu pelepah pisan, dan ditanam dalam lubang di tanah, ditutup dengan bara api selama 6-7 jam hingga matang. Namun di restoran-restoran modern sekarang, cara memasaknya pun sudah dimodifikasi.
Baca Juga Artikel Lainnya :

.
.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;