.
Harga minyak terjun hingga 5% sepanjang perdagangan Senin, ke titik terendahnya sejak Januari 2015. Minyak jenis Brent turun ke bawah US$ 50 per barel, karena pelemahan aktivitas pabrik-pabrik di China.Penurunan harga minyak ini juga didorong oleh melimpahnya pasokan dunia, sementara permintaannya melemah.Minyak produksi Amerika Serikat (AS), harganya sudah turun 21% sepanjang Juli, ke tingkat terendahnya sejak 2008 di tengah peningkatan pasokan, dan jatuhnya bursa saham China, selaku konsumen energi terbesar dunia.. dapatkan kumpulan DP BBM TERBARU, klik disini
GEO ENERGI, Terus terjun bebasnya harga minyak dunia sampai hari ini terindikasi telah menyentuh level terendah untuk kisaran 6 tahun terakhir pada harga USD 38/ barel adalah ancaman serius bagi BUMN Migas kita, begitu dinyatakan Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean kepada GEO ENERGI melalui pesan singkat (25/8) semalam.Menurutnya, harus disadari bahwa penurunan harga minyak ini bukan berkah yang menguntungkan bagi negara. Melainkan justru merupakan bencana yang harus segera diantisipasi.
“Melihat situasi sekarang kondisi negara kita, sepertinya memang sangat mendesak untuk pengaktifan Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS) seperti yang pernah disampaikan mantan Ka BIN AM Hendro Priyono sebelum lebaran bulan lalu. Sepertinya sangat masuk akal bahwa WANTANNAS harus segera diaktifkan untuk bisa melakukan perkiraan cepat terhadap situasi yang berfluktuasi sangat cepat. Jangan sampai terlambat mengambil keputusan. Nasib bangsa sedang dipertaruhkan dengan terus meroketnya nilai tukar Dolar terhadap Rupiah, sementara kegiatan ekonomi kita masih stagnan dan jalan ditempat,” pungkasnya kembali mengingatkan pemerintah.





0 komentar:
Posting Komentar