Media Online Terkini

Senin, 14 September 2015

Kabut Asab Sumatra Sampai Malaysia postheadericon

Diposting oleh Unknown | Pada 19.18

.
.
Kabut asap di Sumatra kian memburuk. Akibat kualitas udara yang kian memburuk di Pekanbaru dan sekitarnya, Pemprov Riau akhirnya menetapkan status wilayahnya sebagai daerah darurat kabut asap setelah berstatus siaga kabut asap sejak April lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan keputusan untuk meningkatkan status daerahnya menjadi darurat asap karena kondisi udara yang kian memburuk beberapa hari terakhir. dapatkan kumpulan DP BBM TERBARU, klik disini
www.inoaGroup.com

Berita

"Kabut Asab Sumatra Sampai Malaysia"

  Oleh : Soli InoaGroup.com

“Kami terpaksa tingkatkan status Riau menjadi darurat karena dari status alat ISPU selama tiga hari terakhir ini sudah berada di atas angka 300 Psi atau batas level berbahaya,” katanya dalam konferensi pers di Posko Penanggulangan Bencana Asap Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (14/9/2015).Pria yang akrab disapa Andi ini mengatakan memburuknya kualitas udara di Riau dan sekitarnya saat ini disebabkan oleh faktor luar, yaitu kebakaran lahan dan hutan di Jambi dan Sumatra Selatan saat angin bergerak dari selatan ke utara. Akibatnya, sehingga asap bekas kebakaran wilayah itu terbawa sampai ke Riau.
Selain itu bila melihat data terbaru sebaran titik api yang terus diperbarui oleh BMKG, menurut Andi, Riau tidak selayaknya berstatus darurat asap karena titik api yang ada di Riau sangat kecil yaitu sebanyak 55 titik. Menurutnya, tahun sebelumnya ada ratusan titik api, tetapi kondisi asap tidak separah saat ini.Setelah penetapan status darurat asap ini, Pemprov Riau langsung menjalankan beberapa langkah untuk mengatasi asap, yaitu dengan mengerahkan dinas terkait untuk mengantisipasi kualitas udara yang memburuk.


Sementara itu, kabut asap yang melanda Malaysia juga semakin memburuk dengan indeks pencemaran udara (IPU) di 18 lokasi menunjukkan catatan tidak sehat. Menurut portal Departemen Lingkungan Hidup, Minggu (13/9/2015) hingga pukul 17.00 waktu setempat, Bukit Rambai di Melaka mencatat IPU tertinggi pada 171, diikuti Bandar Raya Melaka (166), Banting (166), Nilai (160), dan Putrajaya (155).Menteri Sains Teknologi dan Inovasi Datuk Madius Tangau seperti dikutip media setempat, Senin, mengatakan operasi penanggulangan asap akan dilaksanakan jika IPU berada pada tahap tidak sehat dalam 72 jam tanpa perubahan serta atmosfer memburuk.
Baca Juga Artikel Lainnya :

.
.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;