.
Janji presiden Joko Widodo (Jokowi) datang ke Riau untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan ditagih warga. Sudah dua pekan kabut asap yang berstatus berbahaya terpaksa dihirup, namun upaya pemerintah menangani masalah ini belum juga membuahkan hasil. dapatkan kumpulan DP BBM TERBARU, klik disini
Saat ini, kondisi udara di seluruh wilayah Riau berbahaya, jarak pandang di Kabupaten Inhu hanya mencapai 50 meter, sedangkan Pekanbaru 80 meter. Pekatnya kabut asap juga membuat Dinas Pendidikan Riau meliburkan siswa TK hingga Sekolah Menengah Atas."Di sekolah kena kabut asap, di rumah anak-anak kami juga kena asap, karena masuk ke rumah asapnya, mau ke mana lagi kami Pak Jokowi," kata Cindy, warga Pekanbaru.Di Riau, kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa kabupaten seperti Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir. Namun secara keseluruhan, tebalnya kabut asap berasal dari provinsi tetangga Sumatera Selatan dan Jambi. Sebab, titik api di Riau hanya 30 titik.
"Ini kabut asap dari provinsi tetangga, kebakaran lahan di Riau tidak begitu banyak saat ini, dan itu sudah dipadamkan," ujar kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edward Sanger.Dijelaskan Edward, titik api di Pulau Sumatera secara keseluruhan mencapai 982 titik. Terbanyak di Sumatera Selatan yakni 618 titik, disusul Jambi sebanyak 184 titik."Bengkulu ada 11 titik, Sumatera Barat18 titik, Lampung 48 titik, Bangka Belitung 46 titik, Riau 36 titik, Kepulauan Riau 2 titik," jelas Edward.Untuk Provinsi Riau, titik api di sejumlah kabupaten masih ada, yakni di kabupaten Pelalawan ada 14 titik, Kuantan Singingi 9 titik, Kampar 2 titik dan Indragiri Hulu 11 titik.
"Jarak pandang juga semakin terbatas, di Pekanbaru jarak pandang hanya 80 meter, Rengat (Inhu) 50 meter, Dumai 50 meter, dan Pelalawan hanya 50 meter," kata Edward.





0 komentar:
Posting Komentar